Pelatihan Pemadam Kebakaran

11 June 2015

Untuk meningkatkan kesiapan menghadapi resiko bencana kebakaran, seluruh guru dan pegawai SD Gemala Ananda mengikuti pelatihan yang diberikan oleh Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Selatan. Kalau biasanya kita belajar sesuatu dengan harapan akan diterapkan dalam kehidupan nyata, maka ilmu dan keterampilan yang satu ini sangat perlu dikuasai namun dengan harapan tidak akan pernah perlu kita praktikkan seumur hidup 😉

Nah, berikut beberapa catatan penting yang didapat dari pelatihan tsb.

Api bisa terjadi ketika tiga elemen berikut ada secara bersamaan, yaitu :

  1. bahan yang dapat terbakar (kertas, kayu, kain, dll.)
  2. Oksigen, terkandung dalam udara biasanya dalam jumlah 21%, sementara api bisa terjadi bahkan ketika O2 hanya sebanyak 16% di udara.
  3. sumber panas, yaitu gesekan, percikan api, sinar matahari, dll.

Karenanya pada saat kita memadamkan api, yang perlu dilakukan adalah memisahkan salah satu elemen tersebut sehingga api akan dengan sendirinya padam. Contoh teknik pemadaman api :

  • Penyelimutan: benda yang terbakar diselimuti dengan material basah, misalnya karung goni, selimut, tirai. Penyelimutan akan akan memutus pasokan oksigen sehingga api akan mati.
  • Pendinginan: ketika kebakaran yang disemprot dengan air bukan hanya rumah yang terbakar tetapi juga rumah dan objek yang berada di sebelahnya. Hal ini membuat temperatur benda di sekitarnya menurun sehingga lebih kecil dari temperatur titik nyala.
  • Penguraian: memisahkan bahan/material yang belum terbakar. Ketika ada objek yang terbakar, jauhkan benda-benda di sekitarnya sehingga tidak menjadi potensi kebakaran yang lebih besar.

Contoh lainnya adalah bila di dapur terjadi kebocoran gas namun belum terjadi kebakaran. Elemen yang ada pada situasi tersebut adalah bahan yang bisa terbakar (gas, kayu, kain, plastik, dll.) dan oksigen yang ada di udara. Supaya tidak terjadi kebakaran, jaga jangan sampai ada sumber api. Karena itu JANGAN menekan tombol lampu ataupun menyalakan senter, karena proses tersebut akan memantikkan percikan panas. Tindakan yang perlu dilakukan adalah membuka lebar-lebar jendela dan pintu selama minimal 10 menit agar gas keluar bersama udara yang bertukar.

Para pelatih dari Damkar Jaksel juga menjelaskan mengenai jenis-jenis APAR. Ternyata ada macam-macam lho, yang dikategorikan berdasarkan jenis kebakarannya yaitu:

  • bahan padat, seperti kayu,kertas, tekstil, plastik
  • bahan cair dan gas, seperti bensin, minyak tanah, thinner.
  • listrik
  • logam
  • kendaraan bermotor

Jenis bahan pemadamnya ada dua, yaitu busa (foam) dan bubuk kimia kering (dry chemical powder). Jenis busa sebaiknya tidak digunakan untuk kebakaran akibat listrik/elektronik.

Sudahkah Anda memiliki APAR di rumah? Meski kita tidak berharap ada musibah kebakaran, tidak ada salahnya kita berjaga-jaga.

Copyright © Sekolah Gemala Ananda, dikembangkan dan dikelola oleh EvolutionTeams

.