Pembelajaran Kontekstual

Salah satu prinsip kerja otak manusia adalah kita belajar dengan lebih efektif bila hal yang dipelajari bermakna. Karenanya pembelajaran di SD Gemala Ananda bersifat kontekstual dan berangkat dari hal-hal yang dekat dengan kehidupan ananda.

Globalisasi, misalnya, adalah sebuah konsep yang besar dan abstrak, karenanya perlu dibawa ke dalam konteks yang sesuai dengan minat dan tahapan perkembangan ananda. Rangkaian pembelajaran diawali dengan ananda membawa gambar tiga makanan kesukaannya, lalu berdiskusi dari daerah mana makanan tersebut berasal. Ketika muncul nama makanan seperti sushi, spaghetti, pizza, dll. maka berkembang diskusi bagaimana makanan-makanan yang berasal dari manca negara tsb. begitu dikenal oleh anak-anak di Indonesia dan berbagai penjuru dunia lainnya. Pada suatu kesempatan makan siang, dilakukan tema “Jauh di Mata, Dekat di Piring” dimana ananda membawa makanan yang tidak berasal dari Indonesia. Kedua kegiatan tsb. hanyalah ‘pintu masuk’ yang mengantar ananda pada serangkaian kegiatan mengenai globalisasi.

Dalam tema globalisasi ananda juga belajar tentang tidak meratanya sumberdaya yang ada di berbagai daerah atau negara. Mereka diajak mendalami bahwa dalam interaksi internasional kita juga perlu berpikir sebagai satu umat manusia yang bersinergi, dan bukan saling mengeksploitasi.

Salah satu contoh ketidakmerataan sumber daya adalah sumber air bersih. Untuk membangun empati terhadap teman-teman yang hidup di daerah sukar air bersih, ananda mensimulasikan proses penduduk sebuah kampung mencari air dari sebuah sumber yang sangat jauh dan mengangkutnya secara manual.

 


Copyright © Sekolah Gemala Ananda, dikembangkan dan dikelola oleh EvolutionTeams

.