Pembelajaran Konstruktivis

Gambarnya Keliatan Tidak? Kegiatan mengintip di kotak intip memberi pengalaman kepada ananda bagaimana cahaya sangat dibutuhkan. Belajar dengan cara mengalami sendiri ini terbukti lebih mudah dipahami dan lebih lama bertahan dalam ingatan ananda daripada sekedar diberitahu dan dihafalkan.

Otak bekerja dengan cara mengaitkan satu hal baru dengan hal sudah diketahui sebelumnya. Karenanya ananda perlu membangun pemahaman melalui pengalaman-pengalaman konkrit, dan mengaitkan hal-hal yang telah dipelajarinya hingga mereka menemukan sendiri konsep yang dipelajari. Inilah yang disebut sebagai pembelajaran yang konstruktivis; ananda belajar dengan menemukan sendiri dan bukan karena diberi tahu atau diceramahi oleh guru.

Kotak intip adalah contoh sederhana pendekatan konstruktivis. Konsep yang dipelajari adalah peran cahaya dalam proses penglihatan. Guru bisa saja menjelaskan panjang lebar bahwa manusia memerlukan cahaya untuk dapat melihat, dan menasehati ananda untuk tidak membaca dalam ruangan yang gelap. Namun pembelajaran menjadi jauh lebih efektif ketika ananda membuktikan sendiri pentingnya cahaya dalam proses penglihatan.

Ananda mengintip ke dalam sebuah kotak melalui sebuah lubang kecil, dan diminta untuk menggambarkan apa yang ia lihat. Setelah itu ia dibolehkan membuka satu buah lubang yang berada di bidang atas kotak, dan mengintip kembali melalui lubang kecil tadi. Masuknya seberkas cahaya membuat gambar yang terdapat dalam kotak menjadi lebih kelihatan. Langkah berikutnya adalah membuka satu lagi lubang yang berada pada bidang atas kotak. Dengan terbukanya kedua lubang, maka gambar dalam kotak menjadi jauh lebih jelas dan warnanya sudah lebih terlihat. Pada akhir kegiatan, guru memfasilitasi diskusi untuk membawa ananda pada kesimpulan bahwa tanpa cahaya, mata manusia tidak dapat melihat. Diskusi kemudian difasilitasi pada pentingnya kita mendapatkan sinar yang cukup saat membaca.


Copyright © Sekolah Gemala Ananda, dikembangkan dan dikelola oleh EvolutionTeams

.