Pelajaran IPA, Apa Intinya?

28 March 2008

Apa yang anda ingat tentang pelajaran IPA sewaktu kecil dulu? Apakah anda termasuk yang merespon pertanyaan tersebut dengan jawaban: “menghafal mati”? Sayangnya, jawaban itu sering sekali kita temui. Kita belajar IPA dengan menghafalkan fakta-fakta sains. Ketika sudah lebih besar, mungkin di SMP bila beruntung, mulai ada percobaan-percobaan di sela-sela kegiatan menghafal yang harus kita lakukan agar bisa mendapat nilai bagus saat ulangan.

Jadi apa dong esensi belajar IPA? Fakta-fakta sains tentu penting untuk kita ketahui, tetapi sebenarnya ada yang lebih penting dipelajari oleh ananda, yaitu membentuk cara berpikir ilmiah sebagaimana layaknya seorang ilmuwan.

Let childen learn Science by being scientists.

Berikut adalah keterampilan ilmiah yang perlu dikembangkan melalui pelajaran IPA* yaitu :

  1. Observasi
  2. Klasifikasi
  3. Berkomunikasi
  4. Mengukur
  5. Memprediksi
  6. Membuat inferensi
  7. Mengidentifikasi dan mengontrol variabel
  8. Membuat dan menguji hipotesis
  9. Menginterpretasi data
  10. Membuat definisi operasional
  11. Bereksperimen
  12. Membangun model

Enam pertama adalah keterampilan proses ilmiah dasar, selebihnya sudah masuk kategori proses terintegrasi.

Ada yang bertanya, apa bisa anak kelas 1 SD sudah mulai diajari keenam keterampilan dasar di atas? Apa nalar mereka sudah “sampai”? Silakan kunjungi album foto BELAJAR SAINS = MENJADI ILMUWAN CILIK untuk melihat jawabannya.

* Sumber: Elementary Science Methods, A Constructivist Approach 3rd edition, karya David Jenner Martin

Copyright © Sekolah Gemala Ananda, dikembangkan dan dikelola oleh EvolutionTeams

.